Langsung ke konten utama

Makanan berlemak meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2

Asupan makanan berlemak secara luas telah diketahui berisiko tinggi menimbulkan diabetes tipe 2. Studi terbaru yang dipublikasikan pada 29 Desember 2005 dalam Journal Cell, mengungkapkan bahwa tingginya kandungan lemak yang terdapat pada makanan menjadi pemicu terjadinya diabetes tipe 2, dengan jalan mengganggu produksi dari insulin.

Dalam penelitiannya, Profesor Jamey Marth dan Kazuaki Ohtsubo dari Universitas California, San Diego (UCSD) School of Medicine and the Howard Hughes Medical Institute dan timnya dapat mengidentifikasi suatu gen yang disebut enzim Gn-4a glycosyltransferase (GnT-4a), yang memungkinkan sel beta pankreas  merangsang kadar gula darah dan memproduksi insulin secara wajar.

Para ahli tersebut melakukan uji coba kepada hewan tikus yang menunjukkan tingginya kadar lemak di dalam darah akan menekan produksi dari enzym GnT-4a sehingga sel beta pankreas mengalami kekurangan dalam memproduksi hormon insulin, dan menimbulkan diabetes tipe 2.

Bagaimana menurut pendapat Anda ?

Komentar

  1. Ini Posting yang sangat bagus, untuk menumbuhkan gaya hidup yang lebih sehat, Mas nofa... aku copy paste untuk Blog Aku ya... thanks.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASI bisa membuat anak tidak mudah menjadi gemuk

Sebuah studi mengemukakan bahwa anak-anak yang diberi ASI akan lebih sedikit mengalami overweight dibandingkan diberikan susu botol. Kebanyakan manfaat tersebut berhubungan dengan lebih sedikit berat yang didapat saat bayi. Para peneliti dari Belanda menemukan bahwa diantara lebih dari 2.300 anak-anak yang diamati sejak lahir sampai umur 7 tahun, mereka yang diberi ASI lebih dari 16 minggu, umumnya mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih rendah pada umur 1 tahun. Anak-anak ini mempunyai rata-rata IMT lebih rendah dan memiliki kecenderungan lebih kecil menjadi overweight pada umur 7 tahun dibandingkan anak-anak yang menyusui dari botol. Namun demikian, bila peneliti mempertimbangkan faktor lain seperti IMT pada umur 1 tahun, hubungan antara menyusui ASI dengan masa anak-anak menjadi hilang. Temuan yang saling bertentangan pada sejumlah studi, untuk menyelidiki apakah menyusui ASI berdampak pada berat masa anak-anak. Laporan terabru menyarankan bahwa menyusui ASI memberikan efek l...

9 Golongan Berisiko Osteoporosis

Info kesehatan ini diambil dari situs Perhimpunan Dokter Paru Indonesia yang mengambil dari Kompas, 24 Oktober 2008. Mudah-mudahan berguna bagi para pembaca blog Sahabat Sehat . Osteoporosis adalah suatu kondisi berkurangnya massa tulang secara nyata yang berakibat pada rendahnya kepadatan tulang. Osteoporosis merupakan penyakit yang datang diam-diam. Siapa saja yang berisiko berisiko tinggi terhadap osteoporosis? Berikut ini sembilan golongan yang termasuk berisiko tinggi mengalami keropos tulang. 1. Penderita Hiperparatiroid Meskipun rendah persentase kejadiannya, hormon paratiroid yang terletak di leher depan kita berdekatan dengan kelenjar tiroid, dapat mengalami keganasan atau tumor. Pada situasi ini, jumlah hormon yang beredar di dalam tubuh akan meningkat. Padahal, seperti kita ketahui, hormon ini sangat erat hubungannya dengan sel osteoclast dalam tulang. Akibatnya, sel-sel osteoclast akan mengalami peningkatan aktivitas. Akan lebih banyak senyawa kalsium yang diamb...

Vaksin Pertusis tidak Berhubungan dengan Peningkatan Risiko Asma pada Masa Anak-anak

Disamping adanya dokumentasi mengenai keuntungan vaksinasi rutin pada masa anak-anak dalam bidang kesehatan masyarakat, terdapat sebagian kecil populasi yang menderita penyakit yang dapat dicegah oleh pemberian vaksinasi. Ketakutan mengenai keamanan vaksin merupakan alasan yang paling sering dikemukakan oleh para orang tua yang menolak pemberian vaksinasi. Hal penting yang harus diperhatikan terkait dengan kemungkinan hubungan antara vaksinasi rutin dengan risiko asma. Baca selanjutnya...