Langsung ke konten utama

Kopi ternyata berkhasiat sebagai antioksidan

Kopi ternyata memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi dibandingkan buah dan sayuran. Bukti-bukti yang berasal dari Amerika menyebutkan bahwa antioksidan terkandung pada lebih dari 100 jenis makanan, termasuk sayuran, buah-buahan, kacang, bumbu rempah dan berbagai makanan lainnya. Info ini diperoleh dari data departemen pertanian US.

Kopi  baru-baru ini muncul diberitakan memiliki sumber antioksidan yang tertinggi dibandingkan makanan lainnya, kedua adalah teh hitam selanjutnya diikuti oleh nanas.

Penduduk Amerika mendapatkan antioksidan lebih banyak dari kopi dibandingkan dari sumber makanan lain, kata Professor Joe Vinson, dari Scranton University di pennsylvania. Ia mempresentasikan penemuan ini pada pada pertemuan tahunan American Chemical Society di washington DC.

Penemuan di US ini secara tidak sengaja sama dengan penemuan yang didapatkan di UK, bahwa antioksidan yang terdapat di kopi dapat membantu mengangkal radikal bbas, menghancurkan molekul yang dapat merusak sel dan DNA. Sehingga kopi bermanfaat bagi kesehatan, termasuk melindungi jantung dan kanker.

Hasil penelitian juga menjelaskan bahwa kopi dapat juga menekan risiko penyakit hati dan kanker kolon, DM type 2, dan penyakit parkinson.

Tetapi prof. Vinson menganjurkan orang hanya minum satu atau dua cangkir kopi perhari. Ia mengatakan jangan meninggalkan mengkonsumsi sayur dan buah-buahan. Akan sangat merugikan mereka yang tidak mengkonsumsi cukup  sayur dan buah-buahan, karena lebih baik mengkonsumsi semua nutrisi yang mengandung tinggi vitamin, mineral dan serat, kata prof.Vinson.

Sampai saat ini informasi yang berasal dari telegraph.co.uk masih terbatas dan  belum secara resmi dipublikasikan, masih diperlukan lagi data yang lebih jelas.

Komentar

  1. wah makasih bgt infonya. ternyata kopi itu berkhasiat juga selain nikmat tentunya....

    BalasHapus
  2. Bener mas hanif. Buat pecinta kopi (coffee lover) tentu ini berita baik. Asala jangan kebanyakan ya...

    BalasHapus
  3. nice info...kopi bisa untuk antioksidan baru tahu saya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protein HIV kunci membuka pintu pada penemuan obat AIDS yang lebih manjur

Para ilmuwan dari Universitas Michigan menyediakan gambar yang paling terperinci sampai saat ini mengenai sebuah protein pelengkap HIV yang menggagalkan upaya tanggapan kekebalan tubuh yang normal. Berdasarkan temuan yang diterbitkan dalam jurnal PLoS Pathogens versi internet, tim peneliti ini mencari obat baru yang suatu hari nanti memungkinkan orang yang terinfeksi HIV untuk disembuhkan dan tidak lagi membutuhkan obat AIDS seperti sekarang yang harus dipakai seumur hidup. “Ada kekosongan besar pada terapi saat ini, bahwa semuanya mencegah infeksi baru tetapi tidak ada yang menyerang sel yang sudah terinfeksi dan tersembunyi dari tanggapan kekebalan,” dikatakan oleh Kathleen L. Collins, M.D., Ph.D., penulis penelitian senior dan lektor Universitas Michigan di fakultas penyakit dalam dan mikrobiologi serta imunologi. Di bagian kiri, sel normal yang tidak terinfeksi dengan protein MHC-1 yang bernoda hijau pada permukaan sel. Di bagian kanan, sel yang terinfeksi HIV, sebagian ...

Merokok Dapat Memicu Kerusakan Otak

Para peneliti mengatakan bahwa ada kaitan langsung antara merokok dan kerusakan otak. Para ilmuwan menemukan bahwa salah satu kandungan dalam tembakau memicu sel darah putih dalam sistem saraf pusat untuk menyerang sel-sel sehat, yang mengakibatkan kerusakan saraf yang parah. Studi ini dipublikasikan di dalam Journal of Neurochemistry edisi Juli 2009. Senyawa ini, NNK, adalah prokarsinogen, yang berarti telah menyebabkan kanker ketika diubah oleh proses metabolisme tubuh. NNK tidak menimbulkan kerusakan langsung ke sel otak, tetapi nampaknya menyebabkan peradangan saraf yang mengarah pada gangguan seperti multiple sclerosis. Para ilmuwan di National Brain Research Center di India menemukan bahwa peningkatan NNK akibat stres yang berhubungan dengan protein penanda pro-inflamasi dan protein efektor pro-inflamasi, seperti sitokin, yang bertindak sebagai utusan molekular antar sel. Hal ini menunjukkan bahwa pemicuan NNK menimbulkan respons dari sel-sel kekebalan di otak, yang dis...

Kurangnya Tidur dan Peningkatan Tekanan Darah pada Malam Hari Berkaitan dengan Penyakit Kardiovaskuler

Sebuah laporan yang dimuat di Archives Internal Medicine edisi 10 November 2008 menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 7,5 jam per hari mungkin memiliki risiko penyakit jantung di masa depan yang lebih tinggi. Kazuo Eguchi, MD, Ph.D. (Jichi Medical University, Tochigi, Japan) dan kolega juga menemukan peningkatan risiko serangan jantung diantara orang-orang yang kurang tidur malam hari dikombinasikan dengan tekanan darah tinggi. Tidur telah menjadi komoditas langka di dunia hari ini walaupun kemungkinan memiliki kekuatan pencegahan terhadap penyakit seperti kegemukan dan kencing manis. Dalam masyarakat modern, oarang kurang tidur akibat perubahan gaya hidup. Mereka juga menunjukkan bahwa tidur kurang memadai - dan kondisi seperti gangguan napas saat tidur (sleep apnea) dan tekanan darah tinggi (hipertensi) malam hari - adalah faktor risiko untuk penyakit kardiovaskuler. Eguchi dan kolega mempelajari perilaku dari 1.255 individu dengan hipertensi selama 50 bulan. Sampel dilakukan...