Langsung ke konten utama

Kiat melawan flu dengan nutrisi yang baik

Artikel yang dituliskan dalam Knight Ridder Newspaper, menyebutkan beberapa hal yang disampaikan oleh beberapa ahli kesehatan, yang dapat digunakan sebagai kiat melawan flu, yaitu dengan mengkonsumsi nutrisi yang baik.

Pada saat kita sakit, misalnya saat kita menderita batuk, dimana antibiotik tidak dapat mengatasinya, karena sebagian besar penyebab adalah virus, maka hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya, diantaranya adalah :
  1. Mengkonsumsi paling sedikit 2 cangkir buah segar per hari. Darah kita akan segera terisi dengan zat-zat gizi seperti vitamin C, untuk melawan pilek yang sangat tidak menyenangkan tersebut. Vitamin C juga menginaktivasi histamin, substansi yang bertanggung jawab terhadap terjadinya pilek dan kongesti.
  2. Mengkonsumsi paling sedikit 2 cangkir sesuatu yang berwarna hijau atau merah atau jingga untuk makan siang atau makan malam. Misalnya : sayuran berwarna hijau terang dan sayuran lain yang mengandung sejumlah besar substansi yang dapat meningkatkan kekebalan untuk melawan penyakit.
  3. Menambahkan sebutir bawang putih segar ke dalam makanan atau salad dressing per hari. Bawang putih ini akan merangsang sistem kekebalan untuk dapat melawan virus dengan lebih baik.
  4. Mengkonsumsi setiap hari multivitamin dengan dosis harian yang direkomendasikan per hari untuk vitamin dan mineral.
  5. Menambahkan makanan yang kaya akan zat gizi dalam diet, misal bayam, dimana 1 cangkir bayam hanya memberikan 7 kalori dan diperkaya dengan vitamin A dari beta karoten, yang merupakan antioksidan kuat.
  6. Dapatkan protein yang mencukupi. Makanan seperti daging, ayam, ikan, tahu, telur dan makanan harian lainnya, menyediakan protein yang masuk ke dalam darah untuk menguatkan tubuh terhadap penyakit. Zinc, yang merupakan mineral yang banyak terdapat dalam daging, bekerja dengan protein untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  7. Mengkonsumsi 2 cangkir yoghurt tanpa lemak  dimana terkandung bakteri “baik” yang melawan pertumbuhan kuman yang membahayakan dalam saluran cerna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASI bisa membuat anak tidak mudah menjadi gemuk

Sebuah studi mengemukakan bahwa anak-anak yang diberi ASI akan lebih sedikit mengalami overweight dibandingkan diberikan susu botol. Kebanyakan manfaat tersebut berhubungan dengan lebih sedikit berat yang didapat saat bayi. Para peneliti dari Belanda menemukan bahwa diantara lebih dari 2.300 anak-anak yang diamati sejak lahir sampai umur 7 tahun, mereka yang diberi ASI lebih dari 16 minggu, umumnya mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih rendah pada umur 1 tahun. Anak-anak ini mempunyai rata-rata IMT lebih rendah dan memiliki kecenderungan lebih kecil menjadi overweight pada umur 7 tahun dibandingkan anak-anak yang menyusui dari botol. Namun demikian, bila peneliti mempertimbangkan faktor lain seperti IMT pada umur 1 tahun, hubungan antara menyusui ASI dengan masa anak-anak menjadi hilang. Temuan yang saling bertentangan pada sejumlah studi, untuk menyelidiki apakah menyusui ASI berdampak pada berat masa anak-anak. Laporan terabru menyarankan bahwa menyusui ASI memberikan efek l...

Vaksin Pertusis tidak Berhubungan dengan Peningkatan Risiko Asma pada Masa Anak-anak

Disamping adanya dokumentasi mengenai keuntungan vaksinasi rutin pada masa anak-anak dalam bidang kesehatan masyarakat, terdapat sebagian kecil populasi yang menderita penyakit yang dapat dicegah oleh pemberian vaksinasi. Ketakutan mengenai keamanan vaksin merupakan alasan yang paling sering dikemukakan oleh para orang tua yang menolak pemberian vaksinasi. Hal penting yang harus diperhatikan terkait dengan kemungkinan hubungan antara vaksinasi rutin dengan risiko asma. Baca selanjutnya...

9 Golongan Berisiko Osteoporosis

Info kesehatan ini diambil dari situs Perhimpunan Dokter Paru Indonesia yang mengambil dari Kompas, 24 Oktober 2008. Mudah-mudahan berguna bagi para pembaca blog Sahabat Sehat . Osteoporosis adalah suatu kondisi berkurangnya massa tulang secara nyata yang berakibat pada rendahnya kepadatan tulang. Osteoporosis merupakan penyakit yang datang diam-diam. Siapa saja yang berisiko berisiko tinggi terhadap osteoporosis? Berikut ini sembilan golongan yang termasuk berisiko tinggi mengalami keropos tulang. 1. Penderita Hiperparatiroid Meskipun rendah persentase kejadiannya, hormon paratiroid yang terletak di leher depan kita berdekatan dengan kelenjar tiroid, dapat mengalami keganasan atau tumor. Pada situasi ini, jumlah hormon yang beredar di dalam tubuh akan meningkat. Padahal, seperti kita ketahui, hormon ini sangat erat hubungannya dengan sel osteoclast dalam tulang. Akibatnya, sel-sel osteoclast akan mengalami peningkatan aktivitas. Akan lebih banyak senyawa kalsium yang diamb...