Langsung ke konten utama

Melamin Dosis Rendah Tidak Berbahaya bagi Ginjal Anak

Melamin dosis rendah tidak menyebabkan masalah ginjal yang parah pada anak-anak yang terpapar bahan kimia saat terjadi skandal susu di Cina, para peneliti Hong Kong melaporkan.

Studi ini merupakan yang pertama kali mengukur dampak paparan melamin dosis rendah pada kesehatan, yang ditambahkan dalam susu formula dan makanan lain di Cina untuk meningkatkan kandungan protein dan membantu melewati pengujian mutu. Produk yang terkontaminasi juga dijual di Hong Kong, tapi para peneliti mencatat produk-produk ini mengandung melamin dengan konsentrasi lebih rendah dibandingkan yang dijual di Cina daratan.

Sejak awal September 2009, susu formula terkontaminasi melamin telah membuat lebih dari 54.000 anak-anak menderita di Cina dan paling sedikit mengakibatkan 4 kematian. Temua terbaru menyarankan bahwa kemungkinan lebih kecil masalah lebih berat seperti di Cina akan terjadi di temapat lain.

Bahan kimia melamin dijual sebagai produk harian di seluruh Asia dan beberapa negara Eropa dan Amerika. Bahan ini telah terdeteksi di dalam cokelat, permen dan kopi. Tidak ada laporan penyakit akibat kontaminasi produk susu Cina di Amerika menurut badan kesehatan resminya.

Oktober lalu, badan kesehatan Amerika mengumumkan tidak ada jumlah melamin yang aman di dalam susu formula. Untuk makanan lain, hanya diperbolehkan kurang dari 2,5 bagian per juta (ppm) yang bebas risiko, demikian menurut U.S Food & Drug Administration.

Dalam studi yang dilaporkan di BMJ edisi Desember 2008, para peneliti dari Chinese University of Hong Kong menguji sedikitnya 3.000 anak-anak berusia 12 tahun atau kurang. Semuanya telah mengkonsumsi produk mengandung melamin selama sebulan atau lebih. Setiap anak diuji urinnya dan diperiksa urinnya dan dilakukan pengujian pada ginjalnya. hanya satu anak yang mengalami batu empedu dan tujuh orang kemungkinan terkait dengan penumpukan melamin.

Untuk infromasi lebih lanjut, silahkan kunjungi U.S FDA

Berita terkait : Badan POM Memeriksa 28 Produk Olahan Susu Cina

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASI bisa membuat anak tidak mudah menjadi gemuk

Sebuah studi mengemukakan bahwa anak-anak yang diberi ASI akan lebih sedikit mengalami overweight dibandingkan diberikan susu botol. Kebanyakan manfaat tersebut berhubungan dengan lebih sedikit berat yang didapat saat bayi. Para peneliti dari Belanda menemukan bahwa diantara lebih dari 2.300 anak-anak yang diamati sejak lahir sampai umur 7 tahun, mereka yang diberi ASI lebih dari 16 minggu, umumnya mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih rendah pada umur 1 tahun. Anak-anak ini mempunyai rata-rata IMT lebih rendah dan memiliki kecenderungan lebih kecil menjadi overweight pada umur 7 tahun dibandingkan anak-anak yang menyusui dari botol. Namun demikian, bila peneliti mempertimbangkan faktor lain seperti IMT pada umur 1 tahun, hubungan antara menyusui ASI dengan masa anak-anak menjadi hilang. Temuan yang saling bertentangan pada sejumlah studi, untuk menyelidiki apakah menyusui ASI berdampak pada berat masa anak-anak. Laporan terabru menyarankan bahwa menyusui ASI memberikan efek l...

Vaksin Pertusis tidak Berhubungan dengan Peningkatan Risiko Asma pada Masa Anak-anak

Disamping adanya dokumentasi mengenai keuntungan vaksinasi rutin pada masa anak-anak dalam bidang kesehatan masyarakat, terdapat sebagian kecil populasi yang menderita penyakit yang dapat dicegah oleh pemberian vaksinasi. Ketakutan mengenai keamanan vaksin merupakan alasan yang paling sering dikemukakan oleh para orang tua yang menolak pemberian vaksinasi. Hal penting yang harus diperhatikan terkait dengan kemungkinan hubungan antara vaksinasi rutin dengan risiko asma. Baca selanjutnya...

9 Golongan Berisiko Osteoporosis

Info kesehatan ini diambil dari situs Perhimpunan Dokter Paru Indonesia yang mengambil dari Kompas, 24 Oktober 2008. Mudah-mudahan berguna bagi para pembaca blog Sahabat Sehat . Osteoporosis adalah suatu kondisi berkurangnya massa tulang secara nyata yang berakibat pada rendahnya kepadatan tulang. Osteoporosis merupakan penyakit yang datang diam-diam. Siapa saja yang berisiko berisiko tinggi terhadap osteoporosis? Berikut ini sembilan golongan yang termasuk berisiko tinggi mengalami keropos tulang. 1. Penderita Hiperparatiroid Meskipun rendah persentase kejadiannya, hormon paratiroid yang terletak di leher depan kita berdekatan dengan kelenjar tiroid, dapat mengalami keganasan atau tumor. Pada situasi ini, jumlah hormon yang beredar di dalam tubuh akan meningkat. Padahal, seperti kita ketahui, hormon ini sangat erat hubungannya dengan sel osteoclast dalam tulang. Akibatnya, sel-sel osteoclast akan mengalami peningkatan aktivitas. Akan lebih banyak senyawa kalsium yang diamb...