Langsung ke konten utama

Berita Gembira Bagi Penggemar Susu Yogurt

Bagi penggemar susu fermentasi atau yogurt, ada kabar gembira, karena selain kandungan zat gizinya yang tinggi, ternyata konsumsi susu fermentasi atau yogurt dapat menurunkan risiko timbulnya kanker kandung kemih. Hal tersebut terungkap melalui suatu penelitian besar di Swedia (SC, Lansson, et al) yang melibatkan 82.002 orang sehat dan baru dipublikasikan akhir Oktober lalu (2008). Terhadap orang tersebut ditanyakan kuisioner makanan yang terdiri dari 96 jenis makanan. Setelah dipantau selama 9,4 tahun, sebanyak 485 orang mengalami kanker kandung kemih. Peneliti kemudian menilai hubungannya dengan makanan / minuman tertentu. Ternyata ditemukan fakta bahwa mereka yang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi susu fermentasi atau yogurt memiliki insiden kanker kandung kemih yang secara bermakna lebih rendah dibandingkan yang tidak mengkonsumsi. Namun, konsumsi susu biasa / keju tidak berpengaruh terhadap insiden kanker kandung kemih ini.

Mengapa kebiasaan mengkonsumsi susu fermentasi / yogurt bisa menurunkan insiden kanker kandung kemih ? Menurut penelitian yang dilakukan pada hewan, susu fermentasi mengandung bakteri yang memproduksi asam laktat. Asam laktat inilah yang dapat menghambat karsinogenesis (pembentukan sel kanker) di kandung kemih, sebab dikeluarkan dalam urin. Mekanismenya bagaimana belum diketahui, namun diduga berhubungan dengan modulasi sistem pertahanan tubuh. Jadi bagi Anda penggemar susu fermentasi atau yogurt ini, teruslah mengkonsumsi untuk mendapatkan manfaatnya dan juga untuk mengurangi risiko kanker kandung kemih. Bagi yang belum, apakah tertarik untuk mencoba ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASI bisa membuat anak tidak mudah menjadi gemuk

Sebuah studi mengemukakan bahwa anak-anak yang diberi ASI akan lebih sedikit mengalami overweight dibandingkan diberikan susu botol. Kebanyakan manfaat tersebut berhubungan dengan lebih sedikit berat yang didapat saat bayi. Para peneliti dari Belanda menemukan bahwa diantara lebih dari 2.300 anak-anak yang diamati sejak lahir sampai umur 7 tahun, mereka yang diberi ASI lebih dari 16 minggu, umumnya mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih rendah pada umur 1 tahun. Anak-anak ini mempunyai rata-rata IMT lebih rendah dan memiliki kecenderungan lebih kecil menjadi overweight pada umur 7 tahun dibandingkan anak-anak yang menyusui dari botol. Namun demikian, bila peneliti mempertimbangkan faktor lain seperti IMT pada umur 1 tahun, hubungan antara menyusui ASI dengan masa anak-anak menjadi hilang. Temuan yang saling bertentangan pada sejumlah studi, untuk menyelidiki apakah menyusui ASI berdampak pada berat masa anak-anak. Laporan terabru menyarankan bahwa menyusui ASI memberikan efek l...

Vaksin Pertusis tidak Berhubungan dengan Peningkatan Risiko Asma pada Masa Anak-anak

Disamping adanya dokumentasi mengenai keuntungan vaksinasi rutin pada masa anak-anak dalam bidang kesehatan masyarakat, terdapat sebagian kecil populasi yang menderita penyakit yang dapat dicegah oleh pemberian vaksinasi. Ketakutan mengenai keamanan vaksin merupakan alasan yang paling sering dikemukakan oleh para orang tua yang menolak pemberian vaksinasi. Hal penting yang harus diperhatikan terkait dengan kemungkinan hubungan antara vaksinasi rutin dengan risiko asma. Baca selanjutnya...

9 Golongan Berisiko Osteoporosis

Info kesehatan ini diambil dari situs Perhimpunan Dokter Paru Indonesia yang mengambil dari Kompas, 24 Oktober 2008. Mudah-mudahan berguna bagi para pembaca blog Sahabat Sehat . Osteoporosis adalah suatu kondisi berkurangnya massa tulang secara nyata yang berakibat pada rendahnya kepadatan tulang. Osteoporosis merupakan penyakit yang datang diam-diam. Siapa saja yang berisiko berisiko tinggi terhadap osteoporosis? Berikut ini sembilan golongan yang termasuk berisiko tinggi mengalami keropos tulang. 1. Penderita Hiperparatiroid Meskipun rendah persentase kejadiannya, hormon paratiroid yang terletak di leher depan kita berdekatan dengan kelenjar tiroid, dapat mengalami keganasan atau tumor. Pada situasi ini, jumlah hormon yang beredar di dalam tubuh akan meningkat. Padahal, seperti kita ketahui, hormon ini sangat erat hubungannya dengan sel osteoclast dalam tulang. Akibatnya, sel-sel osteoclast akan mengalami peningkatan aktivitas. Akan lebih banyak senyawa kalsium yang diamb...