Langsung ke konten utama

Makanan organik ‘lebih baik’ untuk jantung

Sebuah penelitian di Amerika menjelaskan, buah-buahan dan sayuran organik mungkin lebih baik untuk Anda dibandingkan yang ditumbuhkan di perkebunan.

Sebuah studi selama 10 tahun membandingkan tomat organik dengan prosedur standar ditemukan hampir 2 kali lipat kadar flavonoidnya, yang merupakan salah satu jenis antioksidan. Flavonoid telah menunjukkan penurunan tekanan darah, penurunan risiko penyakit jantung dan stroke. Tim peneliti mengatakan bahwa nitrogen di dalam tanah adalah kuncinya. Laporan penelitian ditulis dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry 23 Juni 2007 .

DR. Alyson Mitchell, seorang ahli kimia dari Universitas Kalifornia dan koleganya mengukur jumlah 2 flavonkuersetin dan kaemferol, dalam sampel tomat kering yang telah dikumpulkan sebagai bagian dalam penelitian jangka panjang mengenai metode pertanian. Mereka menemukan bahwa rata-rata kadar dalam tomat organik secara berurutan adalah sebesar 79% dan 97% lebih tinggi dibandingkan yang ditumbuhkan secara konvensional. Majalah New Scientist melaporkan bahwa perbedaan kadar flavonoid yang berbeda dalam tomat kemungkinan karena adanya fertilisasi dalam pertanian organik.

Flavonoid diproduksi sebagai mekanisme pertahanan yang dapat dipicu oleh defisiensi nutrien, seperti kurangnya nitrogen dalam tanah. Nitrogen anorganik dalam fertilisasi kovensional secara mudah dapat diperoleh tanaman sehingga menurut para peneliti, kadar flavonoid yang rendah kemungkinan akibat fertilisasi berlebihan.

Flavonoid telah dikaitkan dengan kecepatan penurunan beberapa tipe kanker dan demensia. The Food Standard Agency (FSA) mengatakan ada beberapa bukti bahwa flavonoid dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan saat ini sedang dilakukan studi baru untuk melihat manfaat kesehatan dengan lebih detil. Namun demikian, seorang juru bicaranya mengatakan bahwa tidak ada bukti makanan organik lebih sehat. “Saran kami tentang makanan organik adalah adanya beberap perbedaan nutrien tapi tidak berarti hel itu lebih baik untuk Anda.” Sebagai contoh, sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa susu organik memiliki kadar asam lemak omega-3 lebih tinggi, tapi FSA menekankan bahwa asam lemak rantai pendek ini tidak memilki manfaat mendukung kesehatansepert iyang ditawarkan asam lemkan omega-3 rantai panjang dalam minyak ikan.

Peter Meischett, Direktur di Soil Association mengatakan, “Kami menerima bukti-bukti baru yang tumbuh sangat cepat yang menunjukkan perbedaan bermakna antara komposisi nutrisi makanan organik dan non organik. Ini adalah studi di Amerika kedua untuk mencari perbedaan bermakna buah-buahan organik dan non organik. Temuan ini juga mengkonfirmasi penelitian di Eropa baru-baru ini, yang menunjukkan bahwa tomat, buah peach dan apel organik memiliki mutu nutrisi lebih tinggi dibandingkan yang non organik. Soil Association akan menanyakan kepada FSA untuk tetap memberikan nasehat nutrisi kepada konsumen sehubungan bukti-bukti ilmiah yang timbul dari penelitian baru yang mencari perbedaan antara makanan organik dan non organik.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protein HIV kunci membuka pintu pada penemuan obat AIDS yang lebih manjur

Para ilmuwan dari Universitas Michigan menyediakan gambar yang paling terperinci sampai saat ini mengenai sebuah protein pelengkap HIV yang menggagalkan upaya tanggapan kekebalan tubuh yang normal. Berdasarkan temuan yang diterbitkan dalam jurnal PLoS Pathogens versi internet, tim peneliti ini mencari obat baru yang suatu hari nanti memungkinkan orang yang terinfeksi HIV untuk disembuhkan dan tidak lagi membutuhkan obat AIDS seperti sekarang yang harus dipakai seumur hidup. “Ada kekosongan besar pada terapi saat ini, bahwa semuanya mencegah infeksi baru tetapi tidak ada yang menyerang sel yang sudah terinfeksi dan tersembunyi dari tanggapan kekebalan,” dikatakan oleh Kathleen L. Collins, M.D., Ph.D., penulis penelitian senior dan lektor Universitas Michigan di fakultas penyakit dalam dan mikrobiologi serta imunologi. Di bagian kiri, sel normal yang tidak terinfeksi dengan protein MHC-1 yang bernoda hijau pada permukaan sel. Di bagian kanan, sel yang terinfeksi HIV, sebagian ...

Merokok Dapat Memicu Kerusakan Otak

Para peneliti mengatakan bahwa ada kaitan langsung antara merokok dan kerusakan otak. Para ilmuwan menemukan bahwa salah satu kandungan dalam tembakau memicu sel darah putih dalam sistem saraf pusat untuk menyerang sel-sel sehat, yang mengakibatkan kerusakan saraf yang parah. Studi ini dipublikasikan di dalam Journal of Neurochemistry edisi Juli 2009. Senyawa ini, NNK, adalah prokarsinogen, yang berarti telah menyebabkan kanker ketika diubah oleh proses metabolisme tubuh. NNK tidak menimbulkan kerusakan langsung ke sel otak, tetapi nampaknya menyebabkan peradangan saraf yang mengarah pada gangguan seperti multiple sclerosis. Para ilmuwan di National Brain Research Center di India menemukan bahwa peningkatan NNK akibat stres yang berhubungan dengan protein penanda pro-inflamasi dan protein efektor pro-inflamasi, seperti sitokin, yang bertindak sebagai utusan molekular antar sel. Hal ini menunjukkan bahwa pemicuan NNK menimbulkan respons dari sel-sel kekebalan di otak, yang dis...

Kurangnya Tidur dan Peningkatan Tekanan Darah pada Malam Hari Berkaitan dengan Penyakit Kardiovaskuler

Sebuah laporan yang dimuat di Archives Internal Medicine edisi 10 November 2008 menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 7,5 jam per hari mungkin memiliki risiko penyakit jantung di masa depan yang lebih tinggi. Kazuo Eguchi, MD, Ph.D. (Jichi Medical University, Tochigi, Japan) dan kolega juga menemukan peningkatan risiko serangan jantung diantara orang-orang yang kurang tidur malam hari dikombinasikan dengan tekanan darah tinggi. Tidur telah menjadi komoditas langka di dunia hari ini walaupun kemungkinan memiliki kekuatan pencegahan terhadap penyakit seperti kegemukan dan kencing manis. Dalam masyarakat modern, oarang kurang tidur akibat perubahan gaya hidup. Mereka juga menunjukkan bahwa tidur kurang memadai - dan kondisi seperti gangguan napas saat tidur (sleep apnea) dan tekanan darah tinggi (hipertensi) malam hari - adalah faktor risiko untuk penyakit kardiovaskuler. Eguchi dan kolega mempelajari perilaku dari 1.255 individu dengan hipertensi selama 50 bulan. Sampel dilakukan...