Langsung ke konten utama

Makan pagi Sereal kaya-serat Berhubungan dengan Penurunan Resiko Gagal Jantung

Orang yang makan pagi sereal kaya serat tujuh kali atau lebih per minggu 28% lebih kurang mengalami gagal jantung dibandingkan yang tidak pernah makan sereal sejenis. Resiko gagal jantung menurun sebanyak 22% pada orang yang makan pagi sereal kaya serat antara 2-6 kali seminggu dan sebanyak 14% pada orang yang makan pagi sereal kaya serat 1 kali seminggu.

Menurut para peneliti, jika data ini dikonfirmasikan dengan studi lain, diet sehat mengandung sereal kaya serat dapat menurunkan resiko gagal jantung.

Dalam Physicians’ Health Study, mayoritas dokter pada studi-nya memakan sereal kaya serat dibandingkan sereal murni. Serat padi kaya akan vitamin, mineral dan antioksidan dan kandungan serat tinggi. Sebanyak 10.469 dokter melaporkan konsumsi sereal sebagai baseline, 8.266 (79%) makan sereal kaya serat dibandingkan 2.203 (21%) yang makan sereal murni.

Diantara dokter yang makan pagi sereal kaya serat, 2.873 (35%) mengatakan bahwa mereka makan 7 kali atau lebih per minggu; 3.240 (39%) mengatakan 2-6 kali seminggu; dan 2.153 (26%) makan satu kali seminggu.

Hasil penemuan ini didasarkan pada kuesioner lengkap tahunan mengenai gangguan jantung mayor dan konsumsi makan pagi sereal sebagai baseline. Namun demikian, hasilnya tidak berubah ketika perubahan terjadi dalam konsumsi sepanjang waktu ( diuji pada 18 minggu, dua tahun, empat tahun, enam tahun, delapan tahun, dan sepuluh tahun). Para peneliti melakukan studi antara tahun 1982 sampai 2006. Umur rata-rata dokter dalam studi ini adalah 53,7 tahun. Djouss?? berharap penemuan PHS ini dapat mendorong masyarakat umum makan diet sehat bagi jantung.

“ PHS menunjukkan bahwa walaupun dalam populasi dengan tingkah laku sehat , ada kemungkinan sedikit gagal jantung pada orang-orang yang makan pagi seseral kaya serat, “ kata Djouss.Di Amerika, makanan dianggap “whole grain” bila mengandung 51% atau lebih kandungan whole grain berdasarkan berat per jumlah refensi yang biasa dikonsumsi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASI bisa membuat anak tidak mudah menjadi gemuk

Sebuah studi mengemukakan bahwa anak-anak yang diberi ASI akan lebih sedikit mengalami overweight dibandingkan diberikan susu botol. Kebanyakan manfaat tersebut berhubungan dengan lebih sedikit berat yang didapat saat bayi. Para peneliti dari Belanda menemukan bahwa diantara lebih dari 2.300 anak-anak yang diamati sejak lahir sampai umur 7 tahun, mereka yang diberi ASI lebih dari 16 minggu, umumnya mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih rendah pada umur 1 tahun. Anak-anak ini mempunyai rata-rata IMT lebih rendah dan memiliki kecenderungan lebih kecil menjadi overweight pada umur 7 tahun dibandingkan anak-anak yang menyusui dari botol. Namun demikian, bila peneliti mempertimbangkan faktor lain seperti IMT pada umur 1 tahun, hubungan antara menyusui ASI dengan masa anak-anak menjadi hilang. Temuan yang saling bertentangan pada sejumlah studi, untuk menyelidiki apakah menyusui ASI berdampak pada berat masa anak-anak. Laporan terabru menyarankan bahwa menyusui ASI memberikan efek l...

Vaksin Pertusis tidak Berhubungan dengan Peningkatan Risiko Asma pada Masa Anak-anak

Disamping adanya dokumentasi mengenai keuntungan vaksinasi rutin pada masa anak-anak dalam bidang kesehatan masyarakat, terdapat sebagian kecil populasi yang menderita penyakit yang dapat dicegah oleh pemberian vaksinasi. Ketakutan mengenai keamanan vaksin merupakan alasan yang paling sering dikemukakan oleh para orang tua yang menolak pemberian vaksinasi. Hal penting yang harus diperhatikan terkait dengan kemungkinan hubungan antara vaksinasi rutin dengan risiko asma. Baca selanjutnya...

9 Golongan Berisiko Osteoporosis

Info kesehatan ini diambil dari situs Perhimpunan Dokter Paru Indonesia yang mengambil dari Kompas, 24 Oktober 2008. Mudah-mudahan berguna bagi para pembaca blog Sahabat Sehat . Osteoporosis adalah suatu kondisi berkurangnya massa tulang secara nyata yang berakibat pada rendahnya kepadatan tulang. Osteoporosis merupakan penyakit yang datang diam-diam. Siapa saja yang berisiko berisiko tinggi terhadap osteoporosis? Berikut ini sembilan golongan yang termasuk berisiko tinggi mengalami keropos tulang. 1. Penderita Hiperparatiroid Meskipun rendah persentase kejadiannya, hormon paratiroid yang terletak di leher depan kita berdekatan dengan kelenjar tiroid, dapat mengalami keganasan atau tumor. Pada situasi ini, jumlah hormon yang beredar di dalam tubuh akan meningkat. Padahal, seperti kita ketahui, hormon ini sangat erat hubungannya dengan sel osteoclast dalam tulang. Akibatnya, sel-sel osteoclast akan mengalami peningkatan aktivitas. Akan lebih banyak senyawa kalsium yang diamb...