Langsung ke konten utama

ASI bisa membuat anak tidak mudah menjadi gemuk

Sebuah studi mengemukakan bahwa anak-anak yang diberi ASI akan lebih sedikit mengalami overweight dibandingkan diberikan susu botol. Kebanyakan manfaat tersebut berhubungan dengan lebih sedikit berat yang didapat saat bayi.

Para peneliti dari Belanda menemukan bahwa diantara lebih dari 2.300 anak-anak yang diamati sejak lahir sampai umur 7 tahun, mereka yang diberi ASI lebih dari 16 minggu, umumnya mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih rendah pada umur 1 tahun. Anak-anak ini mempunyai rata-rata IMT lebih rendah dan memiliki kecenderungan lebih kecil menjadi overweight pada umur 7 tahun dibandingkan anak-anak yang menyusui dari botol. Namun demikian, bila peneliti mempertimbangkan faktor lain seperti IMT pada umur 1 tahun, hubungan antara menyusui ASI dengan masa anak-anak menjadi hilang.

Temuan yang saling bertentangan pada sejumlah studi, untuk menyelidiki apakah menyusui ASI berdampak pada berat masa anak-anak. Laporan terabru menyarankan bahwa menyusui ASI memberikan efek lanjutan pada berat badan anak-anak di tahun pertama kehidupan mereka.

Penulis utama studi Salome Scholtens, dari the National Institute for Public Health and the Enviroment di Bilthoven, menjelaskan, “Kami menunjukkan dalam studi kami bahwa efek perlindungan ASI pada overweight telah dibuktikan sampai umur 1 tahun. Anak-anak yang diberikan ASI memiliki perolehan berat badan lebih rendah pada tahun pertama kehidupan mereka dan karenanya lebih rendah risiko overweight pada umur 7 tahun.”

Efek perolehan berat badan saat balita menempatkan anak-anak pada ‘jalur IMT yang diinginkan’, demikian kesimpulan para peneliti. Laporan ini dipublikasikan pada American Journal of Epidemiology edisi terbaru.

Temuan ini berdasarkan data yang diperoleh dari 2.347 anak-anak yang ibunya direkrut selama hamil untuk ikut dalam studi pencegahan alergi. Sebagai bagian dari proyek, ibu-ibu melaporkan praktek memberikan ASI dan IMT anak-anaknya yang diukur secara berkala.

Scholtens menekankan bahwa banyak faktor mempengaruhi berat anak-anak selain memberikan ASI. Faktor-faktor ini, diet dan olahraga yang terutama, menjadi lebih penting saat anak-anak tumbuh lebih besar. Menurut Scholtens, penting buat orang tua, apakah memberikan ASI atau tidak, untuk mengajarkan anak-anak mereka berperilaku makan sehat saat masih kecil. “Orang tua memainkan peran penting pada pola penerimaan makanan dan pengembangan makan sehat anak-anak mereka.”

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

9 Golongan Berisiko Osteoporosis

Info kesehatan ini diambil dari situs Perhimpunan Dokter Paru Indonesia yang mengambil dari Kompas, 24 Oktober 2008. Mudah-mudahan berguna bagi para pembaca blog Sahabat Sehat . Osteoporosis adalah suatu kondisi berkurangnya massa tulang secara nyata yang berakibat pada rendahnya kepadatan tulang. Osteoporosis merupakan penyakit yang datang diam-diam. Siapa saja yang berisiko berisiko tinggi terhadap osteoporosis? Berikut ini sembilan golongan yang termasuk berisiko tinggi mengalami keropos tulang. 1. Penderita Hiperparatiroid Meskipun rendah persentase kejadiannya, hormon paratiroid yang terletak di leher depan kita berdekatan dengan kelenjar tiroid, dapat mengalami keganasan atau tumor. Pada situasi ini, jumlah hormon yang beredar di dalam tubuh akan meningkat. Padahal, seperti kita ketahui, hormon ini sangat erat hubungannya dengan sel osteoclast dalam tulang. Akibatnya, sel-sel osteoclast akan mengalami peningkatan aktivitas. Akan lebih banyak senyawa kalsium yang diamb...

Vaksin Pertusis tidak Berhubungan dengan Peningkatan Risiko Asma pada Masa Anak-anak

Disamping adanya dokumentasi mengenai keuntungan vaksinasi rutin pada masa anak-anak dalam bidang kesehatan masyarakat, terdapat sebagian kecil populasi yang menderita penyakit yang dapat dicegah oleh pemberian vaksinasi. Ketakutan mengenai keamanan vaksin merupakan alasan yang paling sering dikemukakan oleh para orang tua yang menolak pemberian vaksinasi. Hal penting yang harus diperhatikan terkait dengan kemungkinan hubungan antara vaksinasi rutin dengan risiko asma. Baca selanjutnya...