Langsung ke konten utama

Berbagai Risiko yang Menyebabkan Gigi Tanggal

Penyakit periodontal berat menyebabkan gigi tanggal dan akibatnya pada sekelompok orang akan menunjukkan peningkatan kerentanan gigi, sehingga gigi lainnya mudah rusak atau lepas, dilaporkan oleh suatu tim peneliti November 2005 melalui Journal of Periodontology.

Para ahli mengatakan bahwa gigi yang tanggal akibat penyakit periodontal berisiko tinggi terjadi pada mereka yang lanjut usia, jenis kelamin laki-laki, perokok, perawatan gigi yang kurang, kebersihan gigi yang rendah, diabetes mellitus, hipertensi, penderita rheumatoid arthritis dan jenis gigi depan.

Dilakukan penelitian terhadap 1.775 pasien, dikatakan Dr. Khalaf F. Al Shammari, Departemen Kesehatan, Kuwait. Banyak gigi yang tanggal pada setiap pasien akibat penyakit periodontal dibandingkan mereka yang tidak menderita penyakit tersebut. (Penderita periodontal kehilangan 2,8 gigi bila dibandingkan mereka yang tidak menderita periodontal yaitu 1,8 gigi).
  • Penyakit periodontal lebih banyak diderita mereka yang berusia diatas 35 tahun (57% mengalami gigi tanggal dibandingkan 43% mereka yang tidak menderita penyakit periodontal).
  • Pasien penderita diabetes mellitus mengalami tanggal gigi sebanyak 19,2%, diikuti penderita hipertensi mengalami gigi tanggal sebanyak 13,6%.
  • Proporsi laki-laki yang mengalami gigi tanggal akibat penyakit periodontal lebih tinggi dibandingkan wanta (33% untuk laki-laki dan 27% untuk wanita)
  • Perokok yang mengalami gigi tanggal sebanyak 31%.
  • Dilaporkan mereka yang jarang atau tidak pernah melakukan perawatan gigi atau kunjungan ke dokter gigi sebanyak 39% lebih banyak mengalami gigi tanggal.
  • Sebanyak 60% mengalami gigi tanggal mereka yang jarang menggosok gigi atau menggosok gigi kurang dari dua kali sehari.
Penyakit periodontal merupakan salah satu penyebab tanggalnya gigi di seluruh dunia. Terapi periodontal secara rutin efektif menekan terjadinya gigi tanggal, selain itu juga perawatan gigi dan kebersihan gigi sangat memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan gigi.

Share/Save/Bookmark

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASI bisa membuat anak tidak mudah menjadi gemuk

Sebuah studi mengemukakan bahwa anak-anak yang diberi ASI akan lebih sedikit mengalami overweight dibandingkan diberikan susu botol. Kebanyakan manfaat tersebut berhubungan dengan lebih sedikit berat yang didapat saat bayi. Para peneliti dari Belanda menemukan bahwa diantara lebih dari 2.300 anak-anak yang diamati sejak lahir sampai umur 7 tahun, mereka yang diberi ASI lebih dari 16 minggu, umumnya mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih rendah pada umur 1 tahun. Anak-anak ini mempunyai rata-rata IMT lebih rendah dan memiliki kecenderungan lebih kecil menjadi overweight pada umur 7 tahun dibandingkan anak-anak yang menyusui dari botol. Namun demikian, bila peneliti mempertimbangkan faktor lain seperti IMT pada umur 1 tahun, hubungan antara menyusui ASI dengan masa anak-anak menjadi hilang. Temuan yang saling bertentangan pada sejumlah studi, untuk menyelidiki apakah menyusui ASI berdampak pada berat masa anak-anak. Laporan terabru menyarankan bahwa menyusui ASI memberikan efek l...

Vaksin Pertusis tidak Berhubungan dengan Peningkatan Risiko Asma pada Masa Anak-anak

Disamping adanya dokumentasi mengenai keuntungan vaksinasi rutin pada masa anak-anak dalam bidang kesehatan masyarakat, terdapat sebagian kecil populasi yang menderita penyakit yang dapat dicegah oleh pemberian vaksinasi. Ketakutan mengenai keamanan vaksin merupakan alasan yang paling sering dikemukakan oleh para orang tua yang menolak pemberian vaksinasi. Hal penting yang harus diperhatikan terkait dengan kemungkinan hubungan antara vaksinasi rutin dengan risiko asma. Baca selanjutnya...

9 Golongan Berisiko Osteoporosis

Info kesehatan ini diambil dari situs Perhimpunan Dokter Paru Indonesia yang mengambil dari Kompas, 24 Oktober 2008. Mudah-mudahan berguna bagi para pembaca blog Sahabat Sehat . Osteoporosis adalah suatu kondisi berkurangnya massa tulang secara nyata yang berakibat pada rendahnya kepadatan tulang. Osteoporosis merupakan penyakit yang datang diam-diam. Siapa saja yang berisiko berisiko tinggi terhadap osteoporosis? Berikut ini sembilan golongan yang termasuk berisiko tinggi mengalami keropos tulang. 1. Penderita Hiperparatiroid Meskipun rendah persentase kejadiannya, hormon paratiroid yang terletak di leher depan kita berdekatan dengan kelenjar tiroid, dapat mengalami keganasan atau tumor. Pada situasi ini, jumlah hormon yang beredar di dalam tubuh akan meningkat. Padahal, seperti kita ketahui, hormon ini sangat erat hubungannya dengan sel osteoclast dalam tulang. Akibatnya, sel-sel osteoclast akan mengalami peningkatan aktivitas. Akan lebih banyak senyawa kalsium yang diamb...