Langsung ke konten utama

Merokok dan Kegemukan Menimbulkan Risiko Kematian

Setiap orang tahu merokok dan gemuk, tidak sehat bagi Anda. Saat ini baru studi menunjukkan peluang kematian awal tertinggi adalah pada perokok gemuk. Laporan ini diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition.

Kegemukan dan merokok sendiri adalah faktor risiko kesehatan penting, kata pimpinan penelitian Annemarie Koster, seorang ahli epidemiologi di US Nasional Institute on Aging. Kami menemukan bahwa merokok dan kegemukan adalah  prediktor independen dari kematian, tetapi secara khusus merokok dan gemuk yang meningkatkan risiko kematian.
Merokok dan kegemukan keduanya membawa risiko kematian yang signifikan, terutama merokok menurut Koster. "Tampaknya yang berhenti merokok berkaitan dengan risiko kematian lebih rendah secara signifikan di setiap kelompok. Berhenti merokok akan meningkatkan risiko kematian Anda, tidak peduli apakah Anda di kelompok yang mana.Penurunan berat juga akan menurunkan resiko kematian. Penurunan berat dan berhenti merokok akan meningkatkan kesehatan Anda dan menurunkan resiko kematian.

Tim Koster mengumpulkan data dari 3,5 juta anggota dari AARP, berusia 50 sampai 71. Pada 1995-1996, dan kembali pada 1996-1997, AARP dikirim kuesioner yang menanyakan orang-orang tentang diet, keluarga sejarah kanker, aktivitas fisik, terapi hormon pengganti, berat, ukuran pinggang, dan merokok.

Menggunakan the US Social Security Administration Death Master File, para peneliti mengaitkan data AARP dengan catatan kematian peserta survei dari 1996 ke 2006. Selama periode tersebut, tercatat hampir 7.500 laki-laki dan 20.000 perempuan meninggal.

Para peneliti menemukan bahwa bila berat meningkat, begitu pula dengan angka kematian. Seluruh bobot, Orang yang merokok memiliki tingkat kematian tertinggi tidak tergantung beratnya..

Nyatanya, perokok gemuk memiliki risiko kematian enam sampai delapan kali lebih besar daripada orang-orang yang tidak merokok. Selain itu, di antara perokok dengan lingkar pinggang besar, risiko kematian menjadi lima kali lebih besar daripada orang-orang dengan lingkar pinggang terkecil  yang tidak merokok.

Dr Norman H. Edelman, seorang profesor preventive medicine, internal medicine, physiology & biophysics di Universitas Stony Brook, New York dan kepala petugas medis di American Lung Association, berpendapat bahwa jika Anda harus memilih antara penurunan berat badan atau berhenti merokok, Anda harus berhenti merokok.

Penemuan bahwa berhenti merokok sangat berpengaruh pada penurunan risiko kematian, yang lebih jauh dari risiko kematian akibat peningkatan berat. Juga untuk dicatat bahwa jika seseorang gemuk dan merokok dan harus memilih antara penurunan berat badan dan penghentian merokok untuk meningkatkan kesehatan,pilihan kedua akan memiliki efek perlindungan yang lebih besar, kata Edelman.

Dr David L. Katz, direktur Pencegahan Pusat Penelitian Pencegahan di Yale University School of Medicine, sepakat bahwa orang-orang dapat melakukan hal-hal sederhana untuk meningkatkan kesehatan dan awet muda. Laporan ini mengeaskan efek interaktif  yang kuat dari merokok dan kelebihan lemak tubuh pada risiko kematian, kata Katz. "Jika Anda kegemukan dan merokok, perbaikan salah satunya  dapat meningkatkan peluang Anda untuk awet muda," kata Katz. "Memperbaiki keduanya, kemungkinan manfaatnya sangat besar. Pesan yang jelas: Kita semua mempunyai kuasa untuk memilih takdir medis yang lebih baik."


Share/Save/Bookmark

Komentar

  1. Saya suka artikel ini..Saya sangat setuju sama artikel ini,merokok dan kegemukan menibulkan kematian.Tapi masih banyak orang2 yg kurang peduli sama informasi ini..semua laki2 rata2 merokok,susah klo d ingatkan klo jng terlalu bnyk merokok :) Lebih bahaya lg klo wanita yg merokok. Saya harap sich orng2 yg meroko dan gemuk membaca artikel ini dan sadar akan kesehatanya :)
    Thx udah buat artikel ini :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASI bisa membuat anak tidak mudah menjadi gemuk

Sebuah studi mengemukakan bahwa anak-anak yang diberi ASI akan lebih sedikit mengalami overweight dibandingkan diberikan susu botol. Kebanyakan manfaat tersebut berhubungan dengan lebih sedikit berat yang didapat saat bayi. Para peneliti dari Belanda menemukan bahwa diantara lebih dari 2.300 anak-anak yang diamati sejak lahir sampai umur 7 tahun, mereka yang diberi ASI lebih dari 16 minggu, umumnya mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih rendah pada umur 1 tahun. Anak-anak ini mempunyai rata-rata IMT lebih rendah dan memiliki kecenderungan lebih kecil menjadi overweight pada umur 7 tahun dibandingkan anak-anak yang menyusui dari botol. Namun demikian, bila peneliti mempertimbangkan faktor lain seperti IMT pada umur 1 tahun, hubungan antara menyusui ASI dengan masa anak-anak menjadi hilang. Temuan yang saling bertentangan pada sejumlah studi, untuk menyelidiki apakah menyusui ASI berdampak pada berat masa anak-anak. Laporan terabru menyarankan bahwa menyusui ASI memberikan efek l...

9 Golongan Berisiko Osteoporosis

Info kesehatan ini diambil dari situs Perhimpunan Dokter Paru Indonesia yang mengambil dari Kompas, 24 Oktober 2008. Mudah-mudahan berguna bagi para pembaca blog Sahabat Sehat . Osteoporosis adalah suatu kondisi berkurangnya massa tulang secara nyata yang berakibat pada rendahnya kepadatan tulang. Osteoporosis merupakan penyakit yang datang diam-diam. Siapa saja yang berisiko berisiko tinggi terhadap osteoporosis? Berikut ini sembilan golongan yang termasuk berisiko tinggi mengalami keropos tulang. 1. Penderita Hiperparatiroid Meskipun rendah persentase kejadiannya, hormon paratiroid yang terletak di leher depan kita berdekatan dengan kelenjar tiroid, dapat mengalami keganasan atau tumor. Pada situasi ini, jumlah hormon yang beredar di dalam tubuh akan meningkat. Padahal, seperti kita ketahui, hormon ini sangat erat hubungannya dengan sel osteoclast dalam tulang. Akibatnya, sel-sel osteoclast akan mengalami peningkatan aktivitas. Akan lebih banyak senyawa kalsium yang diamb...

Vaksin Pertusis tidak Berhubungan dengan Peningkatan Risiko Asma pada Masa Anak-anak

Disamping adanya dokumentasi mengenai keuntungan vaksinasi rutin pada masa anak-anak dalam bidang kesehatan masyarakat, terdapat sebagian kecil populasi yang menderita penyakit yang dapat dicegah oleh pemberian vaksinasi. Ketakutan mengenai keamanan vaksin merupakan alasan yang paling sering dikemukakan oleh para orang tua yang menolak pemberian vaksinasi. Hal penting yang harus diperhatikan terkait dengan kemungkinan hubungan antara vaksinasi rutin dengan risiko asma. Baca selanjutnya...