Langsung ke konten utama

Sunat pria menurunkan risiko infeksi HIV

Artikel kesehatan pria menunjukkan pentingnya sunat dalam membantu pencegahan dan penyebaran HIV/AIDS.Selain manfaat sunat terhadap seksualitas.

Studi epidemiologi non acak menjelaskan bahwa pria yang tidak disunat dapat terpapar risiko infeksi HIV lebih tinggi setelah melakukan hubungan badan. Telah dinyatakan bahwa sunat dapat mengurangi risiko infeksi dengan menghilangkan epitel non keratin pada jaringan kulit dalam dan jaringan dengan proporsi tinggi sel-sel target HIV. Trial acak pertama dilakukan di daerah sub sahara Afrika setelah sebelumnya menunjukkan pengurangan sebesar 60 % laju infeksi HIV pada pria yang disunat.

Gray dan koleganya dari John Hopkins University Bloomberg School of Public Health melaporkan hasil trial acak prospektif kedua di daerah sub Sahara Afrika ini dalam jurnal Lancet edisi Februari 2007.

Studi melibatkan 4.99 pria negatif HIV berumur antara 15 samapi 49 tahun dari distrik Rukai di Uganda. Semua pria menjalani uji dan konseling dan mereka diacak untuk disunat langsung (n = 2.474 orang) atau sunat ditunda setelah 2 tahun (n = 2.522 orang). Sunat dilakukan dengan pada semua pria menggunakan penghambatan syaraf punggung. Pasien-pasien diikuti secara seri dengan pengulangan uji HIV, sejarah dan pengujian fisik selama 2 tahun berikutnya. Pada tahun sebelum penelitian diakhiri, kira-kira 1/3 partisipan melaporkan hubungan badan antara 2 atau lebih partner seksual (28 % pasien melaporkan penggunaan kondom yang tidak konsisten dan 14 % tidak menggunakan kondom).

Sungguh luar biasa, lebih dari 90 % pria dari 2 kelompok menyelesaikan studi paling tidak sampai follow up. Menggunakan analisis intent-to-treat, insiden infeksi HIV selama periode 2 tahun adalah 0,66 kasus per 100 orang per tahun pada kelompok disunat dan 1,33 kasus per 100 orang per tahun di kelompok kontrol. Manfaat sunat dalam mencegah infeksi HIV adalah 55 % (95 % CI 16-72, p=0,006) setelah penyesuaian faktor demografi sosial, faktor tingkah laku dan gejala-gejala penyakit yang ditularkan secara seksual.

Trial acak, prospektif, dilakukan baik ini adalah trial kedua yang menunjukkan bahwa sunat dapat mengurangi risiko infeksi HIV selama 2 tahun setelah operasi. Penulis menyimpulkan dengan merekomendasikan sunat sebagai ukuran kesehatan umum untuk mengurangi insiden infeksi HIV yang saat ini mendekati 4 juta per tahun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Protein HIV kunci membuka pintu pada penemuan obat AIDS yang lebih manjur

Para ilmuwan dari Universitas Michigan menyediakan gambar yang paling terperinci sampai saat ini mengenai sebuah protein pelengkap HIV yang menggagalkan upaya tanggapan kekebalan tubuh yang normal. Berdasarkan temuan yang diterbitkan dalam jurnal PLoS Pathogens versi internet, tim peneliti ini mencari obat baru yang suatu hari nanti memungkinkan orang yang terinfeksi HIV untuk disembuhkan dan tidak lagi membutuhkan obat AIDS seperti sekarang yang harus dipakai seumur hidup. “Ada kekosongan besar pada terapi saat ini, bahwa semuanya mencegah infeksi baru tetapi tidak ada yang menyerang sel yang sudah terinfeksi dan tersembunyi dari tanggapan kekebalan,” dikatakan oleh Kathleen L. Collins, M.D., Ph.D., penulis penelitian senior dan lektor Universitas Michigan di fakultas penyakit dalam dan mikrobiologi serta imunologi. Di bagian kiri, sel normal yang tidak terinfeksi dengan protein MHC-1 yang bernoda hijau pada permukaan sel. Di bagian kanan, sel yang terinfeksi HIV, sebagian ...

Merokok Dapat Memicu Kerusakan Otak

Para peneliti mengatakan bahwa ada kaitan langsung antara merokok dan kerusakan otak. Para ilmuwan menemukan bahwa salah satu kandungan dalam tembakau memicu sel darah putih dalam sistem saraf pusat untuk menyerang sel-sel sehat, yang mengakibatkan kerusakan saraf yang parah. Studi ini dipublikasikan di dalam Journal of Neurochemistry edisi Juli 2009. Senyawa ini, NNK, adalah prokarsinogen, yang berarti telah menyebabkan kanker ketika diubah oleh proses metabolisme tubuh. NNK tidak menimbulkan kerusakan langsung ke sel otak, tetapi nampaknya menyebabkan peradangan saraf yang mengarah pada gangguan seperti multiple sclerosis. Para ilmuwan di National Brain Research Center di India menemukan bahwa peningkatan NNK akibat stres yang berhubungan dengan protein penanda pro-inflamasi dan protein efektor pro-inflamasi, seperti sitokin, yang bertindak sebagai utusan molekular antar sel. Hal ini menunjukkan bahwa pemicuan NNK menimbulkan respons dari sel-sel kekebalan di otak, yang dis...

Tip yang disarankan mencegah penyebaran virus flu babi

Kasus swine influenza A/H1N1 atau virus flu babi yang pertama berkembang di Meksiko, AS, Selandia Baru  kini telah menyebar ke Asia, dengan jumlah kasus ribuan dan ratusan orang dilaporkan meninggal. Keluhan pasien dengan flu babi ini sama seperti halnya infeksi virus influensa lainnya, berupa demam, batuk, nyeri tenggorokan, menggigil dan rasa lemah, dapat dikatakan keluhan yang tidak spesifik dan dapat disebabkan oleh berbagai hal yang menyulitkan membedakan dengan infeksi influensa lainnya, kondisi yang lebih berat secara klinis  dapat ditemukan pasien sulit bernafas, demam tinggi, pusing, muntah hebat disertai nyeri dada dan perut. Terapi yang ada saat ini adalah melibatkan pemberian antivirus sesegera mungkin setelah onset infeksi didapatkan. Obat antivirus saat ini yang digunakan adalah Tamiflu (Roche) dan Relenza (GSK), sedangkan vaksin yang saat ini sedang dikembangkan oleh Novartis yaitu Novatax Ada beberapa tip yang disarankan mencegah penyebaran virus flu babi...